#Iseng: Pada Masanya
Kita selalu duduk diam diantara basahnya rerumputan yang baru disusui hujan. Ada sensasi nyaman ketika kita sama-sama melakukan hal favorit kita itu. Dan ketika matahari mulai kembali terik, kita sama-sama berlari berduyun-duyun dari rerumputan itu. berjingkat-jingkat karena kepanasan. Nyaman rerumputan hanya sekelebat. Basah nya rerumputan hanya sejuk pada…masanya.
Seperti aku yang memanggil kakak padamu, pada masanya…sebelum aku insyaf, sebelum aku dewasa. Sebelum aku menyadari bahwa kamu yang jelas-jelas lebih tua dariku tidak lebih dewasa dariku. Sebelum aku tidak menangis lagi ketika terjatuh dari sepeda, sebelum aku bisa menyetir sendiri, sebelum aku (sok) jago membela diri.
Kamu begitu hebat pada masanya. Seperti Edward Cullen yang terlihat charming pada masanya, seperti lagu-lagu peterpan yang touchy pada masanya, seperti rambut model spike yang trendy pada masanya, seperti itu. sesederhana itu. Sampai kamu memutuskan untuk meninggalkan aku. kami.
Kami.
karena kamu bukan bagian dari kami. Tak ada kata kita yang tersisa antara kamu dan aku. Karena kamu sudah jelas-jelas menggarisi batas diantara kami. Kamu seperti lupa punya akta kelahiran yang bertuliskan nama kedua orangtuamu, kamu seperti lupa bahwa namamu tercantum di kartu keluarga kami, kamu seperti lupa punya KTP beralamatkan rumah kami, dan kamu seperti lupa beradikkan aku.
Kamu rela menghardik orangtuaku yang namanya tercantum di akta kelahiranmu. kamu selalu masuk hitungan di setiap petugas sensus menanyai jumlah anggota keluarga kami tapi tak pernah rela mengaku. Bahkan ketika kami mengakui kamu, kamu menolak untuk diakui. Kamu tega berlari bermiliar jengkal jauhnya dari kediaman kami, dan kamu tak pernah menjawab telponku, membalas pesan singkat, memberitahu keadaanmu, menjemputku, bahkan berdiam di atas rumput basah itu lagi bersamaku.
Aku janji.
Ini surat terakhir yang kulayangkan padamu.
Semoga Tuhan melindungi kamu
Wahai kamu yang pernah aku panggil kakak pada masanya…
ps: rumput basah tempat kita berdiam itu kini tak ada lagi karena beberapa minggu setelah kamu pergi seseorang memutuskan untuk membangun rumah di atasnya. Kalau kamu mau pulang, tolong kabari aku dari sekarang, akan kusiapkan berpetak rumput basah untuk kita.
1 note
Comments
-
kacamatapecah said:
baguuuus
-
widyarifianti posted this

